Selasa, 18 Oktober 2016
Selasa, 28 Juni 2016
ADA TIDAKNYA KARTEL DALAM PENGARUH HARGA DAGING ?
11. Benarkah
ada kartel yang bermain di pengaruh harga daging yang terlalu tinggi?
Menurut
saya ada,menurut sumber yang saya baca, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)
sedang menyelidiki kemungkinan adanya keterlibatan kartel dalam perdagangan
daging sapi.Karena biasanya menyelang puasa dan idul fitri selalu terjadi
penurunan pasokan dan kenaikan harga,ketua KPPU syarkawi menduga penurunan dan
kenaikan harga daging sapi di beberapa daerah terjadi karena permainan beberapa
pihak yang ingin meraih keuntungan pribadi dari kondisi ini.
Syarkawi
menduga telah terjadi perilaku
antipersaingan yang dilakukan pelaku usaha secara berkelompok dan menjurus ke
kartel,KPPU menduga ada importir yang bermain dengan menahan pasokan daging
sehingga menyebabkan kelangkaan.Kelangkaan pasokan akan memaksa pemerintah
memebuka keran impor dan menguntungkan mereka sebagai importir,tindakan
menimbun yang menyebabkan penurunan pasokan dan kenaikan harga merupakan
pelanggaran persaingan yang bisa dipidana.KPPU menyebutkan harga daging
menyelang lebaran masih bertengger dikisaran harga Rp 130 ribuan.
SUMBER
:
CONTOH PERSAINGAN TIDAK SEHAT
2. CARILAH
PERSAINGAN TIDAK
SEHAT LAINNYA BESERTA CONTOHNYA
MONOPOLI PERDAGANGAN DAN PERSAINGAN TIDAK SEHAT
Monopoli
menggambarkan suatu keadaan dimana terdapat seseorang dalam sekelompok orang
yang menguasai suatu bidang tertentu secara mutlak, tanpa memberikan kesempatan
kepada orang lain untuk ikut ambil bagian.Monopoli diartikan sebagai suatu hak
istimewa (previlege),yang menghapuskan persaingan bebas,yang tentu pada
akhirnya juga akan menciptakan penguasaan pasar.
CONTOH KASUS:
Indosat:
Pemerintah Harus Stop Monopoli Telkomsel di Luar Jawa
"Kalau
terus dibiarkan bisa menguasai 90 persen bahkan mungkin bisa 100 persen,"
Alexander Rusli.
Suara.com - Operator telepon seluler PT Indosat Ooredo minta
pemerintah sebagai regulator bersikap adil dalam bisnis telekomunikasi dengan
tidak memberi perlakuan khusus kepada Telkomsel, anak usaha BUMN Telkom.
"Persaingan industri seluler di luar Jawa sudah tak sehat lagi karena pihak Telkomsel sudah bisa menguasai pangsa hingga 80 persen dan kalau terus dibiarkan bisa menguasai 90 persen bahkan mungkin bisa 100 persen," kata President Director and Chief Executive Officer PT Indosat Ooredoo Tbk Alexander Rusli kepada pers, di Jakarta, pekan ini.
Menurutnya, saat ini operator seluler selain Telkomsel susah berkembang dan membangun jaringan di luar Jawa. Ini disebabkan oleh ada regulasi yang dikeluarkan pemerintah menguntungkan Telkomsel.
Sejumlah regulasi yang dinilai menghambat perkembangan perusahaan seluler untuk berusaha di luar Jawa, antara lain adanya hambatan koneksi yang justru dikeluarkan oleh regulator.
"Persaingan industri seluler di luar Jawa sudah tak sehat lagi karena pihak Telkomsel sudah bisa menguasai pangsa hingga 80 persen dan kalau terus dibiarkan bisa menguasai 90 persen bahkan mungkin bisa 100 persen," kata President Director and Chief Executive Officer PT Indosat Ooredoo Tbk Alexander Rusli kepada pers, di Jakarta, pekan ini.
Menurutnya, saat ini operator seluler selain Telkomsel susah berkembang dan membangun jaringan di luar Jawa. Ini disebabkan oleh ada regulasi yang dikeluarkan pemerintah menguntungkan Telkomsel.
Sejumlah regulasi yang dinilai menghambat perkembangan perusahaan seluler untuk berusaha di luar Jawa, antara lain adanya hambatan koneksi yang justru dikeluarkan oleh regulator.
"Bahkan pada beberapa daerah
ada yang lebih brutal lagi, yaitu toko yang menjual kartu di luar Telkomsel
diancam untuk tidak disuplai kartu Telkomsel," katanya lagi.
Dikatakannya, ada pula yang melakukan modus dengan memborong pembelian kartu perdana dan selanjutnya dibuang begitu saja.
Alexander mengatakan, kejadian seperti ini sebenarnya sudah berlangsung sangat lama dan dibiarkan, karena operator seluler di luar Telkomsel berharap agar ada tindakan dan upaya regulator untuk perbaikan.
"Memang salah kami juga sebagai operator di luar Telkomsel yang tidak segera bertindak saat itu.Tapi mengingat kondisinya kian tak sehat dan cenderung monopoli, maka hal seperti itu tak bisa dibiarkan terus menerus," kata dia pula.
Dia memberikan contoh lain, yaitu ketika Indosat Ooredoo ingin sewa fiber optic milik PT Telkom untuk perluasan jaringan di Maluku, oleh PT Telkom dikatakan belum siap.
"Tapi kenapa kalau Telkomsel yang sewa bisa.Ini kan bentuk-bentuk persaingan usaha tak sehat," ujarnya.
Pihaknya, katanya, kemarin secara resmi telah menyampaikan surat kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai regulator untuk mengadukan masalah ini.
"Sebenarnya operator seluler lain di luar Telkomsel seperti XL Axiata, Axis, dan Smartfren juga mengeluhkan hal yang sama, tapi mereka belum berani bersuara," katanya lagi.
Dia berharap agar pemerintah segera membenahi kondisi seperti itu, dan mengeluarkan regulasi yang adil serta tidak memberikan keuntungan kepada satu perusahaan saja. (Antara)
Dikatakannya, ada pula yang melakukan modus dengan memborong pembelian kartu perdana dan selanjutnya dibuang begitu saja.
Alexander mengatakan, kejadian seperti ini sebenarnya sudah berlangsung sangat lama dan dibiarkan, karena operator seluler di luar Telkomsel berharap agar ada tindakan dan upaya regulator untuk perbaikan.
"Memang salah kami juga sebagai operator di luar Telkomsel yang tidak segera bertindak saat itu.Tapi mengingat kondisinya kian tak sehat dan cenderung monopoli, maka hal seperti itu tak bisa dibiarkan terus menerus," kata dia pula.
Dia memberikan contoh lain, yaitu ketika Indosat Ooredoo ingin sewa fiber optic milik PT Telkom untuk perluasan jaringan di Maluku, oleh PT Telkom dikatakan belum siap.
"Tapi kenapa kalau Telkomsel yang sewa bisa.Ini kan bentuk-bentuk persaingan usaha tak sehat," ujarnya.
Pihaknya, katanya, kemarin secara resmi telah menyampaikan surat kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai regulator untuk mengadukan masalah ini.
"Sebenarnya operator seluler lain di luar Telkomsel seperti XL Axiata, Axis, dan Smartfren juga mengeluhkan hal yang sama, tapi mereka belum berani bersuara," katanya lagi.
Dia berharap agar pemerintah segera membenahi kondisi seperti itu, dan mengeluarkan regulasi yang adil serta tidak memberikan keuntungan kepada satu perusahaan saja. (Antara)
SUMBER:
Jumat, 13 Mei 2016
Kasus perlindungan konsumen
Heboh kasus beli iPhone dapat sabun, Lazada: Lagi kita telusuri
Merdeka.com – Lazada baru saja dihantam dengan complain hebat dari konsumennya yang kecewa. Pasalnya, iPhone 6 Plus yang dibeli konsumen itu di Lazada 'berubah' menjadi sabun batangan saat diterima. Hal itu dikatakan oleh Danis, si konsumen, dalam akun Twitter-nya @danisdarusman.
"Beliiphone
6+ nyampenya sabun nuvo! Hanya di @LazadaID BURUAN GUYS!!! Buruan bangkrut maksudnya lo," tulisDanis,
Senin (29/06).
Komentar itu sontak ditanggapi oleh PR Manager Lazada, Tania
Amalia melalui akun Twitter @amaliatanya.
"@danisdarusman
Hi Danis, mungkin tweet sayasebelumnyabelumterbaca. Saya PR Manager Lazada,
boleh saya minta kontaknya supaya bias saya bantu?" tulis @amaliatanya.
Secara terpisah, Merdeka.com pun menghubungi Tania melalui telepon. Menurutnya, saat ini sedang ditelusuri masalah tersebut. Pasca Danis berkicau soalitu, Tania mengatakan langsung meminta alamat email Danis.
"Kita
minta alamat emailnya dan selang beberapa waktu Danis menjawab dan menceritakan kronologi masalahnya," ujarnya.
Kendati begitu, Tania belum bias menyebutkan penyebab dari complain Danis tersebut. Rencananya, setelah didalami, pihak Lazada akan menghubungi Danis untuk memastikan kesalahan tersebut.
"Kita
belum bisa share. Nanti untuk teman-teman media ada sesi sendiri. Jadi kalau sudah kita didalami, kita akan hubungi pelanggannya dulu," katanya.
v SUMBER:
http://www.merdeka.com/teknologi/heboh-kasus-beli-iphone-dapat-sabun-lazada-lagi-kita-telusuri.html
Langganan:
Postingan (Atom)

